Bab 174. Siap-Siap Jadi Kakak, Rain.

2754 Words

“Rain mau punya adik, Papi? Adik Rain berapa? Tiga?” Dipikir Rain, punya adik itu semudah punya mainan. Dia cuma perlu minta. Dan dia mau tiga. Pasti seru kalau punya teman main 3 orang di rumah. “Tunggu di luar, Rain.” Naka menahan Rain yang sudah hendak melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Pria itu kemudian mengalihkan perhatian pada sang istri. Mengusap mulut basah istrinya lalu tanpa bicara lagi—mengangkat tubuh sang istri. Rain sudah menarik langkah mundur. “Mami digendong Papi. Mami tidak bisa jalan, Papi?” tanya anak itu. “Mami sedang lemas, Rain. Sekarang ayo, Rain temani Mami. Rain pijit Mami, ya?” Rain menggerakkan kepala turun naik. Anak itu menunggu sang papi keluar dari kamar mandi, lalu berjalan mengikuti dengan langkah kecilnya. Sesekali anak 2 tahun itu berlari karena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD