Di kantor, setelah Gianna sibuk berjibaku di rumah dan menitipkan anaknya kepada ibu pengasuhnya. Gianna duduk di kursi sambil menopang pipi dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya sibuk membuka lembaran berkas yang sedang ia cek dulu sebelum ia kerjakan. Sesekali, Gianna terlihat membekap mulutnya sendiri dan menguap. Mengantuk sekali. Gara-gara ulah si pengganggu itu. Padahal, ia butuh konsentrasi penuh untuk bekerja. "Gianna?" panggil Sakha dan Gianna cepat-cepat duduk dengan tegak sambil membuka kelopak matanya lebar-lebar. "Iya, Pak? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Gianna yang melihat ke arah pria yang berdiri di depan mejanya ini. "Ini, kamu mengantuk sekali sepertinya," ucap Sakha sembari menaruh segelas coffee latte di meja Gianna. Bukan hanya itu saja tetapi ada r

