"Saya juga baru pulang dan langsung mengajak calon istri saya ini untuk berjalan-jalan," timpal Sakha dan Delvin pun langsung memindahkan tatapan matanya itu kepada Sakha. "Calon istri?" ulang Delvin sambil menyunggingkan bibirnya. "Benar. Saya dan sekretaris saya ini, rencananya akan segera menikah. Kalau segala sesuatunya sudah siap, undangan pasti akan ada untuk Pak Delvin juga." "Oh, begitukah?" Delvin tersenyum masam karena merasa kesempatan untuk selalu membayangi Gianna menjadi lebih sempit atau bahkan tidak ada sama sekali. Belum lagi, ia masih belum tahu pasti, anak siapa yang berada dalam gendongan Gianna saat ini. "Mas, aku tunggu di mobil ya?" ucap Gianna sambil melirik pria yang sedang menjadi tamengnya ini. "Oh iya. Ya sudah. Kamu tunggu di mobil saja. Ini kunci mobilnya

