Semua terjadi begitu cepat, tanpa menyisakan sedikitpun celah bagi Ezra untuk menghindar dari tabrakan truk itu. Di beberapa detik terakhir dia melepas sabuk pengamannya dan berbalik memeluk Hera. Yang di otaknya hanya satu hal, menyelamatkan istri dan calon anak mereka. Ezra pasrah kalau memang ini jadi akhir hidupnya. “Ommm ….” “Peluk! Jangan lepaskan!” seru Ezra mendekap istrinya erat, terutama bagian kepalanya supaya tidak terbentur. Braakkkk Saking kerasnya tabrakan, mobil mereka sampai terguling dan jungkir balik beberapa kali. Bisa dibayangkan kondisi Ezra yang tanpa sabuk pengaman. Sedang mobil sport berharga selangit itu meski bisa melesat dengan kecepatan maksimal, tapi badan mobil mudah penyok. Tubuh Ezra terhempas. Terobat-abit oleh goncangan yang membuatnya terbentur tanp

