Ruang tengah kediaman keluarga Wijaya tampak ramai oleh celotehan Sakti, Lala, dan Hera. Selesai makan malam mereka berkumpul di sana. Mama mereka biasanya mengajari Sakti dan Lala mengerjakan pekerjaan rumah. Setelah selesai baru giliran bermain sama papanya. Beda dengan Hera yang sejak dulu memang paling ogah pegang buku. Jangankan di rumah, di sekolah saja dia tidur ngorok kalau gurunya sedang mengajar. Makanya tidak salah kalau orang tuanya sendiri bahkan sangat berharap, cucunya nanti plek ketiplek persis sang menantu. Lala sekarang terlihat sudah benar-benar bahagia jadi anak Jo dan Xena. Bocah yang sejak di perut tidak pernah mendapat kasih sayang. Justru kekerasan dari mamanya nyaris menghancurkan mental juga hidupnya. Wajar kalau setelah dirawat oleh keluarga asuhnya yang tulus m

