Pulang, tidak ada yang lebih melegakan dari itu. Seminggu lebih terbaring di rumah sakit setelah melewati pintu maut yang nyaris membuatnya pindah alam. Ezra hanya butuh sedikit waktu lagi untuk benar-benar pulih. Sama halnya Hera, masih dibatasi untuk tidak terlalu banyak beraktifitas di luar. Ujung-ujungnya setelah dipertimbangkan bersama, dia pilih menunda dulu kuliahnya tahun depan. Bukan karena malu ke kampus dengan perut buncit nantinya, tapi lebih ke masalah keselamatan kandungannya. Kehamilannya termasuk beresiko karena usianya yang masih terlalu muda. Ditambah dia sendiri yang pecicilan dan sering kali sembrono. Mana mungkin Ezra dan keluarganya tidak ketar-ketir membiarkan Hera keluyuran dengan perut yang nantinya makin membuncit. Jadi daripada was-was terus, mereka memutuskan

