Bab 127. Pawang Bucin

1821 Words

Jurus jitu membungkam ocehan ngelantur Zelda yang seketika terlintas di benak Langit, adalah menciumnya. Bukan lagi ciuman lembut, tapi lumatan panas saking greget dari tadi ayangnya mencak-mencak terus. Apalagi berani mau menyebut kata putus. Hanya saja sepertinya Langit malah kebablasan. Dari ciuman, lumatan, hingga dia makin tak bisa berhenti mencecap rasa manis bibir Zelda. Jantungnya berdebar menggila. Bagaimana mungkin dia akan membiarkan gadis ini menjauh. Sementara tak melihatnya sebentar saja, rasanya seperti sinting merindukannya. Deru nafas keduanya menderu terengah. Langit melepas lumatannya, setelah Zelda menggigit gemas karena bibirnya berdenyut perih. Saling tatap, Langit tersenyum dengan kecupan manisnya. Sejak ciuman mereka di Pandora waktu itu, dia dibuat cenat-cenut set

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD