"Sora nggak ikut, Sya?" Sakti bertanya dengan tulus. Ia pikir, putri semata wayangnya akan ikut serta saat Ersya mengundangnya makan siang bersama di sebuah restoran dekat kantornya. "Dia sedang ada kelas, Pa. Lagi nyiapin proposal skripsi juga," jawab Ersya santai. Makanan mereka telah habis. Dan Sakti lebih dulu memulai obrolan santai mereka. "Wah, sudah mau skripsian, ya? Sebentar lagi lulus, dong? Nggak terasa, cepat sekali dia jadi dewasa," ucap Sakti dengan bangga. Ersya tersenyum tipis. Sementara itu, Bella hanya menyimak tanpa minat. Dan Ersya sadar dengan hal itu. "Papa gimana? Sehat?" "Syukurlah sehat, Sya," jawab Sakti. "Kalau memang peduli sama papa dan mertuanya, minimal tengok lah sesekali!" Bella menyindir Ersya yang memang nyaris tak pernah berkunjung, membuat Ersya

