5. Tempat yang Kosong

1473 Words

Kikan menatap Felora yang sedang berbicara dengan Halim. Putrinya sejak kemarin terus menanyakan ‘kapan bertemu Uncle dokter?’ sampai Kikan tidak punya pilihan untuk menghubungi Halim lebih dulu. “Kikan,” sebuah seruan membuatnya menoleh. Oma Chaesa, wanita tua yang tinggal bersamanya. “Masuk Oma,” Di tangannya terdapat tongkat yang membantunya berjalan, lutut Oma memang sudah bermasalah. Faktor usia. “Felo bicara dengan siapa?” “Dokter Halim, yang waktu itu pernah aku ceritakan.” “Yang saudaranya membeli rumah orang tuamu?” Kikan mengangguk, “kembarannya tinggal di Jerman, kebetulan dokter di rumah sakit yang sama dengan Felo jalani berobat.” “Dunia sempit sekali.” “Kami bertemu lagi pas Felo dirawat, herannya Felo langsung dekat, Oma.” “Bagus, anak kecil itu bisa membedakan man

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD