Bab 97-Penyesalan dan Maaf 2

1518 Words

“Ra, aku sudah katakan semuanya.” Ersya semakin bingung saat Sora tetap diam dengan raut wajah yang sulit dimengerti. Sora menarik napas dalam-dalam, menghalau air matanya yang sudah akan tumpah. Ia tidak boleh stres demi kesehatan bayinya. Namun ia juga harus tegaskan sesuatu pada Ersya. ‘Aku masih sangat mencintai Ersya, keinginan untuk kembali bersamanya masih ada. Tapi, rasanya aku benar-benar takut. Aku tidak ingin terluka lagi,’ batin Sora. “Aku benar-benar menyesal, Ra. Kumohon maafkan semua yang telah aku lakukan. Kita baikkan, kita lupakan semuanya, kita mulai lagi hidup bersama dengan lebih baik—” “Enak banget ya kamu ngomong ini?” Sora melepaskan tangannya dari Ersya, “kamu mikir nggak, bagaimana hidupku setelah aku menemuimu hari itu? Berharap kabar baik kehamilanku bis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD