Setelah lebih dari enam bulan berkutat dengan skripsinya, akhirnya perjuangan Sora itu usai juga. Ia keluar dari ruang sidang. Ada Ersya, Ayla dan Fika yang menunggunya. "Gimana, Ra? Lulus, kan?" tanya Fika. "Lulus dong!" seru Sora. Ia langsung berhambur memeluk kedua sahabatnya itu. Sedangkan Ersya tersenyum melihat interaksi ketiga perempuan itu. Namun, senyum Ersya tak berlangsung lama karena kedatangan seseorang. "Sora, selamat, ya!" Hanya tiga kata, tetapi berhasil melunturkan senyum di bibir Ersya. Sora yang telah mengurai pelukannya dengan kedua sahabatnya pun sontak menoleh saat mendengar namanya disebut. Sebelum merespons, Sora lebih dulu menoleh ke arah Ersya dengan tidak nyaman. "Ah ... iya. Makasih, Dav. Cepat menyusul, ya!" balas Sora pada orang itu - David. "Doain aja.

