Ersya meminta tolong pada dokter pribadi keluarganya untuk memeriksa Sora yang tampak begitu lemas. Wajahnya pucat pasi. Sora pernah sakit seperti ini saat magang waktu itu. “Dokter Ririn, bagaimana kondisi Sora. Demannya karena apa?” Dokter itu mengulas senyum tipis, “belakangan Sora bilang memang lagi fokus ngerjain skripsi ya?” Ersya mengangguk, “ya,” “Imunnya memang sedang turun saja, faktor cuaca, kelelahan dan pikiran. Saya sudah beri obat, nanti demannya akan turun. Perlu istirahat dan jangan banyak pikiran dulu.” “Apa perlu di bawa ke rumah sakit, dok? Biar rawat inap?” tanya Ersya. “Kalau demannya memang tidak turun sore nanti bisa dibawa ke rumah sakit, untuk rawat inap.” Angguknya, kemudian dokter Ririn memberikan resep untuk Sora. “Hm, lebih penting lagi istrinya di

