"Pak, di depan ada tamu." Bapak menoleh lalu tersenyum tipis. Belum lima menit Adnan berpamitan untuk pergi mengerjakan tugas. Anaknya itu kembali lagi untuk memberi tahunya kalau di depan ada tamu. Hanya saja, Bapak merasa ada yang aneh dengan raut wajah Adnan. Wajahnya ditekuk, tidak seperti sebelumnya. "Tamu siapa, Ad?" "Adnan nggak tahu, Pak. Tapi sepertinya orang kaya," balas Adnan. Bapak mengernyitkan keningnya. Ia tidak ingat ada teman atau tetangganya yang bisa membuat ekspresi putra bungsunya seperti ini. Orang kaya. Ungkapan itu membuat Bapak juga bingung. “Siapa ya?” gumam Bapak. “Entah, ekspresinya terlihat angkuh, Pak!” beritahu Adnan lagi. Raut kekhawatiran, seperti baru saja melihat sesuatu yang membuat ia was-was. Penasaran, Bapak pun segera menuju ke ruang tamu.

