Terbangun dalam dekapan hangat orang tercinta adalah salah satu hal paling membahagiakan bagi Reema. Ia menatap wajah rupawan dengan mata terpejam yang ada di hadapannya. Jari telunjuknya terangkat, ia gunakan untuk menyentuh hidung mancung lelaki itu. Dekapan hangatnya membuat Reema merasa nyaman. Sayang, cahaya matahari telah menyembul, menandakan sudah saatnya bagi dirinya untuk bangkit. Reema menggeser tubuhnya pelan. Sebisa mungkin, tak mau mengusik raga yang terbaring di sampingnya. Namun, saat ia akan bangkit, ia justru merasakan tarikan kuat pada pinggangnya. Detik berikutnya, lengan yang telah mendekapnya semalaman itu kini memeluknya jauh lebih erat. "Dante..." Suara Reema masih terdengar serak. "Hm...." Hanya deheman kecil yang menyahuti. "Lepas! Aku harus siapkan sarapan d

