Hadiah Penantian [2]

4312 Words

Huft! Reema berulang kali menghela napas dalam dan panjang, langkahnya mulai terasa berat semakin besar perutnya, ditambah dua janin yang membuat ukuran perutnya lebih besar di usianya. Baru memasuki usia enam bulan, sudah seperti usia tujuh hingga delapan bulan. “Mama minta kamu duduk saja lho, Re...” “Nggak enak kalau cuman duduk, aku sudah banyak enggak gerak dari pagi ini, Ma.” Keluh Reema, saat Mama Elana mengambil alih piring yang mau dia rapikan ke dalam rak-rak, setelah mengeluarkan dari mesin cuci piring. Mama Elana memberi tatapan yang membuat Reema akhirnya menurut, lalu ia bergerak mengambil stoples kaca berisi keripik kentang. Lalu melangkah menuju kursi makan, dan duduk. Jika awal kehamilan sempat morning sickness parah, maka setelah masuk trimester kedua, Reema beruba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD