Desas-desus makin kencang

4104 Words

Reema mengantar berkas laporan yang Dante minta. Saat ia melangkah, Dante seperti otomatis berhenti menatap layar laptop dan beralih memandangi istrinya. Sudut bibirnya tertarik. “Laporannya...” “Tunggu, buru-buru sekali, Re?” Namun, setelah menerimanya, pria itu menahan Reema untuk tidak langsung pergi dari ruangannya. Dante seolah sengaja menanyakan banyak hal terkait laporan tersebut. Dan meskipun Reema sudah menjawabnya, Dante akan langsung melemparkan pertanyaan-pertanyaan baru. “Coba ulangi lagi bagian mana aja yang harus kamu perbaiki dan seperti apa yang aku mau!” Reema menghela napas panjang. Meski kesal dan tahu jika ini hanya akal-akalan Dante untuk menahannya, tapi Reema tetap melakukan sesuai perintah bos-nya tersebut. Reema memang setiap memasuki ruangan jadi waswas sej

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD