Bagian 3-Deal! . . “Satunah beyum, Papa diam! Jangan geyak. Nanti tutaaah!” seruan itu menghibur Utari sore ini yang sedang menikmati kue, dibawakan Reema. Sang sahabat yang jadi besannya karena pernikahan adik-adik, mewakili orang tua mereka yang sama-sama sudah tiada semua. “Meski Pak Dante bos, pemimpin perusahaan... ia tetap enggak ada apa-apanya pas di rumah.” Pendapatnya menahan geli melihat pria semaskulin suami sahabatnya harus parah membiarkan jemarinya menggunakan kuteks. Reema yang tengah membuai bayi tiga bulan bernama Aarush terkekeh, memandangi suaminya yang pasrah jadi klien salon-salonan Revaya. “Bosnya memang Revaya, aku juga tersingkir...” Sementara kembarannya, Avareen anteng main dengan Chairul. Ada rel panjang, kereta mainan yang terus bergerak. Ruang keluarg

