Calyta [2]

3632 Words

Reema sudah bangun lebih dulu, seperti biasa. Ia menyiapkan sarapan sederhana—telur dadar, roti panggang, dan teh hangat. Saat menata meja, lalu saat ia kembali ke kamar mendapati Dante masih tertidur, tubuhnya setengah miring, napasnya teratur. Ada rasa damai yang tak bisa Reema jelaskan. Tapi sejak percakapan malam itu, hatinya terasa lain. Seolah ia sudah membuka sesuatu yang selama ini terkunci rapat, keinginannya menjadi seorang ibu dan Dante hanya menunda bukan tidak ingin. Reema lanjutkan rutinitasnya, mandi lebih dulu karena cukup berkeringat setelah lari di atas treadmill juga memasak. Beberapa saat kemudian, langkah kaki berat terdengar. Dante keluar dengan kemeja yang belum sepenuhnya terkancing, rambutnya sedikit berantakan. Ia berhenti sejenak, menatap meja makan, lalu men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD