Mengapa Harus Sekarang?

3456 Words

Suara kipas angin berputar pelan di sudut ruangan, mengisi keheningan yang bahkan tidak sanggup ditembus suara kendaraan dari luar. Reema terbangun lebih pagi, tapi tubuhnya terasa lemas, seperti kehilangan tenaga meski hanya digunakan untuk sekadar bernapas. Sudah tiga hari ia tinggal di kontrakan ini. Tiga hari tanpa suara Dante. Tiga hari tanpa keberanian untuk menyalakan ponsel lamanya. Ia duduk di tepi ranjang, rambutnya terurai kusut, pipinya pucat. Sejak kemarin malam, perutnya terasa melilit. Awalnya ia kira cuma karena pola makan yang tidak teratur. Sejak hari pertama pindah, ia memang susah menelan apa pun. Setiap kali memaksa makan, rasanya mual, kadang sampai keluar lagi hanya dalam beberapa menit. Di meja kecil sebelah kasur, ada beberapa bungkus obat lambung yang ia beli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD