Kedatangan Delica dengan keluarga kecilnya menambah ramai suasana rumah Sadajiwa. Jarang sekali momen berkumpul begini. “Calynya tidur, Abang...” beritahu Nolan. “Yaaaah, padahal aku bawakan mainan buat Caly!” Favian cemberut. Alasan antusiasnya ke Jakarta kali ini karena tidak sabar ingin main dengan Caly. Caly tadi juga sudah menunggu, beberapa kali menanyakan Favian yang tidak datang-datang sampai akhirnya kalah juga dengan ngantuknya. “Masih bisa besok, mainannya disimpan saja dulu.” Kata Mami yang menunduk, menciumi cucunya. “Makin tinggi, bentar lagi Oma Mami tersusul sama kamu.” Reema berdiri dirangkul Dante, menatap yang lain lebih dulu dapat pelukan Delica. “Tapi, boleh lihat Caly sekarang? Mau kiss keningnya saja.” Nolan memberi anggukan, “boleh, setelah semua orang d

