Ekstra Part 20

2462 Words

Tidak lama ponsel berdering, keduanya langsung melirik ponsel masing-masing. Candani memberitahu, “ponselku, Mbak Dillah telepon... kayaknya sudah di depan. Mereka mau pergi. Mampir buat antar makanan dari Ibu.” Reema memberi anggukan, “aku ke depan dulu ya, Ka...” “Iya, aku tunggu sini sama anak-anak.” Katanya. Reema menatap Caly dan Favian yang anteng menonton televisi walau Caly sedang duduk di atas punggung Favian yang tengkurap. “Anteng sekali mereka,” gumamnya terutama saat Caly memeluk kepala kakak sepupunya. Favian juga tipe kakak yang anteng, biarkan adiknya mau tidak diam juga. Reema merasa haus, saat berdiri hendak melangkah... dia merasa mulas yang lebih terasa lagi. Kontraksi yang berbeda dari biasanya. Reema menyentuh perut, mengatur napas saat kemudian mendengar su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD