Bagian 10-Terperangkap! . . “Bagaimana bisa saya menemui Pak Faris, jika saat itu saya tahu Pak Faris sudah menikah? Yang terjadi malam itu, atas persetujuan saya juga... jadi, meski tanpa pertanggung jawaban Pak Faris, saya tetap memilih mempertahankannya.” Utari mengatakan setelah akhirnya berpindah duduk di sofa. Sesaat hanya ada hening antara mereka setelah Utari meluap dalam pelukan kokohnya, ia biarkan karena rasanya lelah sekali menghadapinya. Faris terdiam sebab tahu jika pilihan Utari saat itu juga tidak mudah setelah mengetahui dirinya berstatus menikah. Utari serius mengatakan, jika tahu keadaan status sebenarnya Faris, ia tidak akan pernah izinkan Faris mendekat, menyentuh bahkan menggaulinya. Faris tatap perempuan itu yang berpenampilan sangat sederhana, tanpa make up

