Beberapa bulan kemudian... “You’re the cutest baby girl ever, Revaya Delisse Kanaya...” bisik Reema memandangi Revaya yang berbaring sambil tangan gemuknya memegangi mainan untuk dia gigit-gigit, usianya memasuki usia lima bulan. Mereka juga sudah belajar berbalik, tengkurap dan lehernya sudah bisa tegap. Belajar duduk, dan berceloteh. Lidahnya terulur, lalu tertawa manis setiap kali diajak bicara oleh Mamanya. Pagi yang ramai dengan suara Reema mendominasi kamar bayinya. Suster datang membawa Ava yang diselimuti handuk putih, “Kakak Ava juga sudah selesai,” beritahunya. Reema tersenyum, kemudian mengulurkan tangannya dan mengambil alih. Revaya tetap anteng meski ia sudah selesai. Reema melepas handuk yang menutupi wajah Avareen, “baaaaa, dingin ya sayang? Gantengnya Mama...” “Aa

