Persiapan ke Singapura

3703 Words

Suara mesin monitor di ruang ICU berirama stabil ketika kelopak mata Nadav perlahan terbuka. Cahaya lampu putih menyilaukan pandangannya, membuat ia sempat menyipitkan mata. Beberapa detik kemudian, ia menyadari wajah-wajah yang begitu dikenalnya sedang mengelilinginya—Hestia dengan mata sembab, Delica yang menggenggam tangannya erat, dan Dante yang berdiri paling dekat di sisi ranjang. “Papi…” suara Dante tercekat. Ia mendekat, menunduk sedikit. “Papi sudah sadar.” Hestia langsung menunduk, mencium punggung tangan Nadav sambil terisak. “Puji Tuhan… akhirnya kamu bangun juga. Kamu bikin aku takut setengah mati.” Nadav tersenyum tipis, meski suaranya masih lemah. “Jangan… khawatir terlalu banyak. Papi hanya sedikit lelah.” Delica menggeleng cepat, matanya berkaca-kaca. “Bukan cuma lelah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD