Bagian 19—Pertemuan yang dinanti. . . Utari yang meninggalkan putranya, Chairul sebentar untuk mengambil minum, sempat mendengar suara dering ponselnya, hanya sesaat kemudian suaranya tidak terdengar lagi. Ia tidak berpikir jika panggilan telepon itu berakhir entah bagaimana, tertekan Chairul saat memainkannya lalu, putranya berlari ke arahnya sambil memegang ponsel dan berkata, “Ibu, ada suara!” “Suara?” tanya Utari bingung, sambil menutup botol minum putranya, ia sedang menyuapi Chairul dan putranya mau minum dari botol favoritnya yang ada gambar mobil bus berwarna biru. Ia mendekat, tapi terdiam saat putranya menempelkan ponsel kemudian terdiam mendengar suara di sana. “Chairul, hei nak... Ini Papa!” Utari mendapati putranya mengerjap, keningnya mengernyit seolah coba memaha

