BAB 5

1031 Words

Setelah tangisannya mereda, Nina tetap duduk di tempat yang sama, mencoba memutuskan mana yang lebih tidak menghina: menjalani tes keperawanan atau tes pranikah, yang juga berarti tes IMS. Ia tidak tahu harus bagaimana; semuanya terasa buntu. Jika ia tidak menjalani salah satu dari tes itu, ayahnya bisa berakhir mati, dan ia akan kehilangan rumah, tanpa penghasilan, dan tanpa profesi untuk bertahan hidup. Ia memang cerdas, tetapi ia tahu bahwa kecerdasan saja sering kali tidak cukup untuk hidup layak, terlebih sebagai perempuan yang diburu mafia. Hidupnya akan menjadi neraka. Kecerdasan jelas tidak akan menyelamatkannya. Ia lalu naik ke kamarnya, mengenakan setelan celana rapi, mengikat rambutnya, dan turun ke ruang tamu. Ia harus menyelesaikan ini secepat mungkin; hari pernikahan semakin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD