Berbincang dengan Rudá

1411 Words

Pagi hari, Stefano menjaga Helena yang sedang tidur ketika tiba-tiba ia terbangun sambil menangis tak terkendali. Ia bangkit dari kursi dan memeluknya erat. “Menangislah, Sayang. Aku ada di sini.” Ia menyingkirkan rasa sakitnya sendiri. Saat itu, yang penting hanyalah menenangkan istrinya. Seorang perawat masuk membawa sebuah suntikan. “Itu apa?” “Obat penenang.” “Tidak.” “Itu resep dari dokter.” “Aku tidak tanya. Kau tidak boleh menyuntikkannya.” Helena terus gemetar dan menangis dalam pelukannya. Ia perlu mengeluarkan semua luka itu—menutupinya dengan obat hanya akan membuatnya depresi, dan Stefano tidak ingin istrinya kehilangan cahaya yang selama setahun terakhir baru ia dapatkan kembali. Ia membiarkan Helena menangis. Helena menangis atas kehilangan orang tuanya—kebenaran it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD