Bayi Botak

1913 Words

“Menikah, Mas? Wah, Gabriel akhirnya melanjutkan hidup ya. Sebenarnya aku kasihan lihat dia terus berlari mencari pengalihan rasa sakit dari kematian Septi,” ucap Marsha sambil berdiri di depan cermin besar kamar villa. Gaun tipis berwarna pasir membingkai tubuhnya, rambutnya setengah diikat, setengah dibiarkan jatuh. Ia mengusap sedikit lipstik, lalu menoleh ke arah pintu balkon. Di luar, suara ombak Bali terdengar malas, malam yang seharusnya tenang. Kalandra sudah menunggu. Kemeja linen putih berlengan pendek, celana gelap, jam tangan sederhana. Santai, tapi tetap rapi. Ia bersandar di kusen pintu, menatap istrinya dengan senyum kecil. “Saya juga berharap begitu,” jawabnya. “Gabriel pantas dapat hidup yang lebih ringan. Dia sudah terlalu lama membawa beban yang bukan sepenuhnya salah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD