Membangun Kepercayaan

2100 Words

“Oh…. s**t…” Kalandra menunduk melihat bagaimana tubuh mereka bertaut dibawah sana. Kali ini tidak bisa terlalu lama, sebab malam ini juga dirinya akan kembali ke Pulau di Timur. Nafsu berusaha ia pendam, segera menarik tubuh dari sang istri. “Ahhhh….” Marsha mendesah begitu merasaka kekosongan, kaki segera ia rapatkan, tangannya mendorong daada Kalandra supaya menjauh darinya dan Marsha bisa menggulung diri dengan selimut layaknya dadar gulung. Hingga tidak ada celah untuk Kalandra melihat keindahan yang sebelumnya sempat mematik lagi api di jiwanya. “Kalau gak gini… nanti kamu nambah lagi. Terus kita gak punya banyak waktu buat ngobrol,” keluhnya masih dengan nafas tersenggal. Kalandra terkekeh hambar kemudian meraih celana untuk dikenakan. Sekali mana terasa, tapi daripada tidak sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD