Anaya membulatkan mata begitu pintu apartemen terbuka sepenuhnya. Beberapa kotak besar, kantong belanjaan berlogo butik ternama, serta tas-tas kertas tebal berwarna elegan sudah berjajar rapi di ruang tengah. Aroma kain baru bercampur wangi body care mahal memenuhi udara. Cahaya lampu ruang tamu memantul pada plastik pembungkus dan pita satin yang belum dilepas. “Ya Tuhan…” gumamnya pelan. Belanjaan dari siang tadi ternyata sudah dikirim lebih dulu. Ia berdiri beberapa detik, memandangi semuanya dengan perasaan campur aduk antara terkejut, canggung, dan sedikit tidak percaya bahwa semua itu kini menjadi miliknya. Ia berjongkok, membuka salah satu tas. Gaun silk warna sage yang tadi dipilih Kamala terlipat rapi di dalamnya. Ada pula beberapa set pakaian santai, sepatu dengan kotak putih

