Para Pewaris

2599 Words

“Mamaaaaaa! Mau tuhhhh!” Suara itu pecah nyaring di antara lorong toko mainan yang dipenuhi warna. Rak-rak tinggi berjejer rapi, penuh kotak dengan ilustrasi cerah mulai dari mobil, dinosaurus, robot, puzzle, semuanya berkilau di bawah lampu putih yang membuat setiap benda tampak lebih menggoda dari aslinya. Lantai mengilap memantulkan langkah-langkah kecil yang berlari tanpa arah pasti, dan di tengah semua itu, Sanjaga berdiri dengan satu tangan menunjuk lurus ke sebuah robot besar berwarna merah metalik. “Ini! Ini sa nyalaa! Bisa jalannn!” teriaknya lagi. Sanjaga bahkan sudah memeluk kotak robot itu setengah mati, seolah takut ada yang merebutnya. Marsha yang berdiri beberapa langkah di belakangnya langsung menoleh. Satu tangannya otomatis menahan punggung bawahnya, refleks karena tu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD