Perang dalam Diam

2706 Words

Dan ternyata susah juga harus berinteraksi dengan keluarga Van Velsen tanpa keberadaan Gabriel. Mansion keluarga itu sore ini terasa lebih besar dari biasanya. Ruang tamu berlangit-langit tinggi, jendela kaca besar menghadap taman belakang yang luas, dan lantai marmer mengilap memantulkan bayangan langkah siapa pun yang melintas. Anaya duduk tegak di sofa panjang berwarna krem, tersenyum manis seolah-olah ia sudah terbiasa dengan atmosfer aristokrat yang kaku itu. Michelle duduk berseberangan, anggun dengan gaun rumahnya yang sederhana tapi mahal. Di sampingnya, Arthur, kakak pertama Gabriel yang tampak sedang membalas pesan di ponselnya. Dua anak perempuan kembar Arthur duduk di karpet, sementara satu anak perempuan Michelle berdiri menatap Anaya penuh rasa ingin tahu. Ketiganya kemudi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD