Para Penjaga

2942 Words

Sore itu datang perlahan, sekitar pukul tiga lewat sedikit, ketika matahari masih tinggi tapi cahayanya sudah mulai melunak. Kafe yang mereka pilih berada di sudut jalan yang cukup tenang, dengan jendela kaca besar menghadap ke arah taman kecil di seberang jalan. Interiornya hangat dengan dominan kayu terang, aksen rotan, dan beberapa dekorasi bertema laut yang mengingatkan Marsha pada konsep yang pernah ia bangun di Ocean Lily Café miliknya. Di salah satu meja dekat jendela, tiga perempuan itu duduk bersama. Marsha berada di tengah, dengan perut yang sudah terlihat jelas membesar, tangan kirinya sesekali mengusap pelan di atas kain dress longgar yang ia kenakan. Di sisi kanannya, Ibu Rindiani duduk anggun dengan senyum yang tidak pernah benar-benar hilang dari wajahnya. Sementara di sis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD