Well ya, bosan juga di apartemen dan Gabriel masih jelas marah padanya. Suasana sejak kejadian kolam tadi terasa sedikit beku, dan Anaya bukan tipe yang tahan berlama-lama dalam udara seperti itu. Kalau tidak bisa mengajak suaminya bicara, setidaknya ia bisa membuat sesuatu yang berguna. Maka ia memutuskan untuk membuat stok camilan sehat. Gabriel sepertinya sedang berada di perpustakaan, ruang favoritnya yang dipenuhi rak buku gelap dan meja kerja besar menghadap jendela. Entah membaca, entah menganalisis sesuatu di laptopnya, yang jelas tidak tertarik mengobrol dengannya. Anaya naik ke kamar sebentar, mengganti pakaian dengan kaus hitam milik Gabriel lagi, kali ini dipadukan celana pendek training yang di tubuhnya berubah menjadi selutut. Ia mengikat rambut tinggi, memasang apron putih

