Kepergok Mertua

1365 Words

“Mas, mau dibuatkan teh apa coklat panas?” “Kopi aja, Yang.” “Adanya kedua minuman yang aku tawarkan. Enggak ada kopi dirumah ini,” jawab Indira. Dia hanya berdiri di ruang kerja suaminya tanpa berniat masuk ke dalam. “Jangan bohong, Yang. Aku tadi lihat Sekretaris Ayah dibuatkan kopi sama Bibik.” “Sudah habis tinggal satu gelas.” “Sini masuk dulu. Kenapa kayak penjaga pintu?” Ihsan melambaikan tangannya pada sang istri. Pekerjaannya belum selesai jadi harus lembur setelah menemani putri kecilnya tidur. “Nanti aja masuknya setelah bikin minuman buat Mas.” “Coklat panas aja. Sama pisang goreng ya?” “Lah, udah di bikinin sama Bibik tadi. Memangnya sudah habis?” Ihsan menunjukkan piring kosong yang tadinya berisi cemilan kesukaannya. “Tiba-tiba habis sendiri pisang gorengnya,” ucapny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD