Menjaga Jarak.

1145 Words

Malam turun pelan. Udara lembap, sisa hujan sore masih tercium di jalanan kota. Di balkon kecil apartemen, Zola duduk bersandar di kursi besi, mug teh hangat di genggamannya. Asap tipis mengepul, bercampur dengan angin malam yang menyapu pipinya. Ia menarik napas panjang, merasakan aroma tanah basah yang samar naik dari jalan raya di bawah. Lampu-lampu gedung berpendar seperti bintang buatan, sementara suara kendaraan bersahut-sahutan tanpa pernah berhenti. Zola memeluk lututnya, menatap jauh. Ada sesuatu yang mengganjal di dadanya. Bukan hanya tentang keadaan dirinya yang masih menggantung, tapi juga ... tentang Ferdy. Pria itu misteri yang sulit dibaca. Dingin, kaku, penuh peraturan. Tapi di balik semua itu, ada sesuatu yang menahan—seperti pintu yang terkunci rapat, namun di baliknya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD