Malam yang Tenang.

1210 Words

Angin malam berembus pelan dari arah pegunungan, membawa hawa sejuk yang menusuk namun menenangkan. Suara jangkrik terdengar samar, bersahutan dengan desir daun-daun pohon yang bergoyang ringan diterpa angin. Lampu minyak di serambi rumah kecil itu berpendar temaram, menebarkan cahaya hangat yang membuat suasana terasa damai. Rumah kayu itu sederhana, berdiri di pinggir kota, tidak jauh dari kawasan perbukitan. Dinding-dindingnya masih berbau baru, meski sebagian sudah dihiasi pernak-pernik seadanya: foto anak-anak binaan, rak kecil berisi buku-buku sumbangan, dan lukisan sederhana karya Ferdy sendiri. Semua terasa bersih dan tertata, meski tidak mewah. Justru kesederhanaan itulah yang membuat rumah itu terasa hidup—rumah yang benar-benar dibangun dari nol, bukan dari uang warisan, melain

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD