Malam masih berkilau oleh lampu pesta pernikahan yang baru saja usai. Di hotel tempat mereka menginap, suasana kamar pengantin yang semestinya menjadi saksi malam pertama justru dipenuhi aroma obat gosok dan kepanikan kecil. Zola duduk di tepi ranjang, wajahnya pucat, jemari meremas ujung selimut putih yang baru diganti. “Sayang, kamu yakin nggak apa-apa?” Ferdy jongkok di hadapannya, kedua tangannya menahan bahu Zola agar tidak jatuh ke samping. Zola berusaha tersenyum, meski wajahnya jelas menunjukkan kelemahan. “Aku cuma pusing sama mual aja, Fer. Tapi jujur, rasanya beda banget. Bukan sekadar capek.” Tak lama kemudian, rasa mual kembali menyerang. Zola buru-buru menutup mulutnya, lalu berlari ke kamar mandi. Tubuhnya terhuyung, dan sesampainya di sana ia langsung berlutut, memuntahk
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


