Sesi Pertama.

1039 Words

Hening. Hanya suara jam dinding berdetak di ruangan beraroma kayu manis itu. Kursi empuk berlapis kain krem tampak sederhana, ditempatkan berhadapan dengan meja rendah berisi tisu, teh hangat, dan beberapa buku psikologi. Jafran duduk dengan tubuh kaku. Jas mahalnya kali ini digantikan kemeja sederhana, tapi tetap rapi. Ia menunduk, kedua tangannya bertaut kencang di pangkuan, seakan mencari pegangan. Di hadapannya, seorang pria paruh baya berambut sedikit beruban menatap dengan tatapan lembut. Dialah Dr. Aria Mahendra, psikolog keluarga yang nomornya sempat disimpan Jafran sejak lama. “Selamat datang, Jafran,” ucap Aria tenang, suaranya dalam, tidak menghakimi. “Terima kasih ... sudah mau menerima saya,” jawab Jafran singkat. Tenggorokannya kering. “Tidak ada yang saya terima atau to

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD