Perpisahan Itu Ada..

2022 Words

Setelah makan malam itu mereka langsung kembali ke hotel. Mendadak turun hujan walau tidak terlalu deras, tapi membuat siapapun ingin cepat pulang. Begitu mereka masuk ke kamar, suara hujan di musim semi ini malah terdengar lebih jelas, rintik halus yang memukul kaca jendela dengan lembut, seperti irama yang sengaja diciptakan untuk menemani malam terakhir mereka. Lampu kamar sengaja tidak dinyalakan semua, hanya beberapa lampu berdiri di sudut ruangan dan lampu samping tempat tidur yang menyala, menciptakan cahaya kekuningan yang hangat, seolah membungkus ruangan dengan selimut tenang. Nadira menaruh ponselnya di meja, lalu duduk dipinggir tempat tidur. Sementara itu Bian melepaskan jas hitamnya dan menggantungnya rapi sebelum menoleh ke arah Nadira. "Capek?" tanya Bian pelan. "Capek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD