Hari ini Bian dan Nadira janjian dengan tim desain interior dari kantor Paman Juna dan perancang furniture dari perusahaan Om Ikhsan. Meeting dijadwalkan jam sepuluh pagi, langsung di rumah baru mereka. Bian harus terbang malam nanti, jadi pagi ini dibuat seefisien mungkin, tanpa drama walau pada akhirnya, dengan mereka berdua, drama kecil hampir selalu muncul dengan sendirinya. Pukul sembilan mereka sudah tiba. Jaraknya memang dekat dari rumah Mama Jani di Cipete, tempat mereka menginap sejak pulang dari Bali. Pagar rumah masih terbuka setengah, halaman depan bersih dengan rumput yang baru dipotong. Aroma semen dan cat masih samar tercium, khas rumah yang belum sepenuhnya selesai tapi sudah siap diisi. Begitu masuk, Nadira langsung berhenti melangkah. Rumah itu masih kosong. Benar - be

