"Papa Kamu Susah Lupa"

2922 Words

Dua minggu berlalu begitu saja, seolah kalender bergerak lebih cepat dari tubuh Nadira yang pelan-pelan menyesuaikan diri dengan kehamilan yang mulai terasa nyata. Perutnya kini tidak lagi sepenuhnya rata. Tidak besar, tapi cukup jelas bagi mata yang jeli. Empat bulan, angka yang membuat semuanya terasa lebih resmi. Dan hari ini rencananya Nadira akan berangkat ke Bali. Ini perjalanan pertamanya naik pesawat setelah dinyatakan hamil. Dari rumah Cipete ia berangkat sendiri diantar sopir mama Jani ke Bandara. Sementara itu di Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 3 Internasional, Reza melangkah keluar dari pintu kedatangan dengan langkah berat. Wajahnya lelah, matanya sedikit cekung, tapi punggungnya tetap tegak. Rasa lelah setelah belasan jam perjalanan dari London transit di Doha, belum sepen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD