Nadira berdiri cukup lama di depan kaca ICU itu sebelum akhirnya Kelly menyentuh lengannya pelan. Kelly mengajaknya duduk di ruang tunggu, ia menceritakan tentang kecelakaan yang menimpa Robert dan Reza. Kata Kelly, Robert yang menyetir dalam kecepatan tinggi, lalu terjadilah kecelakaan itu. Robert sudah dimakamkan, lebih cepat dari seharusya karena kondisinya. Setelah cerita panjang lebar, Kelly baru menyadari Nadira butuh istirahat. "Kamu sebaiknya istirahat dulu," kata Kelly lembut. "Kondisinya stabil, tapi jam besuk sudah selesai." Nadira mengangguk. Tubuhnya memang terasa lelah, bukan hanya karena perjalanan panjang, tapi karena emosi yang terus ditahan sejak Jakarta. "Iya," jawabnya. "Aku ke hotel dulu." Nadira tahu satu hal dengan pasti, ia tidak boleh jatuh sakit. Ia datang un

