Musim panas Edinburgh selalu datang dengan cara yang tenang tidak terlalu panas, tidak terlalu terik, hanya memberi hangat cukup untuk membuat orang ingin duduk di balkon sambil menikmati secangkir teh. Pagi itu, apartemen kecil Nadira diterangi cahaya keemasan yang lembut. Dan di sana, di ranjang hangat yang sudah jadi tempat mereka berbagi banyak cerita selama tiga minggu terakhir, Nadira membuka matanya lebih dahulu. Bian masih tertidur di sampingnya. Ia terbaring miring menghadap Nadira, wajahnya damai, napas teratur. Ada sedikit kusut di rambut hitamnya yang membuatnya tampak lebih muda, bukan seperti seorang pacar yang sebentar lagi harus kembali ke Indonesia dengan wajah ceria tapi lebih seperti seseorang yang tidak siap untuk pergi. Nadira mengamati wajah itu lama. Wajah yang mu

