Rumah Papa Ary dan Mama Nenny sore itu terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan karena cuacanya Jakarta memang sedang panas tapi karena mereka sedang terhubung dengan Amira di video call dan kehadiran Safira di antara mereka yang baru pulang dari arisan bersama teman-teman sosialitanya. Safira duduk di kursi ruang makan sambil membawa segelas es teh, sementara Mama Nenny menyiapkan buah-buahan di atas meja. Papa Ary duduk di antara mereka sambil menikmati roti yang dibawa oleh Safira. Panggilan video dengan Amira dari Bandung sudah tersambung hampir 5 menit, suaranya memenuhi ruangan dengan banyak cerita tentang anak-anaknya. "Dua minggu lagi kamu bisa ke Jakarta nggak, Mir?" tanya Safira sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi. Amira yang berada di layar tampak sedang memegang cangkir

