Rencana Maya yang awalnya ingin menghabiskan waktu sekitar enam hari atau satu minggu di Bali akhirnya harus berubah tiba - tiba. Belum genap lima hari, semuanya terpotong. Pagi itu, sekitar pukul enam, ponsel Maya berdering. Ia yang baru keluar dari kamar mandi langsung mengambil ponselnya di atas nakas. Nama mamanya muncul di layar. Tidak ada feeling apa - apa ketika menerima telepon itu, mamanya suka random jam menelponnya, jadi sekarang bukan seperti kejutan. "Iya, Ma…" Namun suara di seberang sana langsung membuatnya terjaga sepenuhnya. "Teh … Papa karena serangan jantung, ini sekarang sudah dalam perjalanan ke rumah sakit, udah deket." Maya langsung duduk. "Apa?" "Serangan jantung lagi… sekarang Mama lagi di jalan ke rumah sakit." Suara mamanya terdengar panik. Bahkan seper

