Perubahan Mama Jani

2820 Words

Malam sudah turun, tetapi Nadira masih dalam perjalanan pulang ke Edinburgh. Langit di luar jendela kereta tampak pekat, hanya sesekali diterangi lampu jalan dan cahaya dari bangunan-bangunan yang mereka lewati. Perjalanan panjang di malam hari selalu membuat pikirannya melayang ke mana-mana, dan kali ini pun sama. Nadira menyandarkan kepala di kursi, menghela napas pelan, sementara pikirannya kembali sibuk memutar ulang semua kejadian sejak Sabtu sore kemarin hingga siang tadi. Rasanya seperti mimpi. Ia tidak menyangka dirinya bisa membaur begitu cepat dengan keluarga Bian. Hanya sekitar dua puluh empat jam, tetapi jejaknya terasa jauh lebih panjang dari itu. Ada rasa gugup yang masih menempel ketika mengingat momen pertama kali ia harus bertemu keluarga Bian sendirian, apalagi bertemu m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD