Pagi itu, meski memorinya belum pulih sepenuhnya, Vita tahu betul apa yang sedang ia Jalani yaitu hari-hari baru bersama Marcel, dan tak satu pun terasa asing. Ia memasak sarapan bersama pria itu, Marcel memotong buah dengan gaya sok ahli yang membuatnya tampak semakin lucu, sementara Vita menyiapkan roti dan telur. Setelah makan, mereka menghabiskan hari di apartemen dengan Vita menyelesaikan suntingan naskah novel di laptop, sementara Marcel bersandar di bahunya, memainkan rambutnya, mencium pipinya, atau sekadar memeluk pinggangnya dari samping seperti takut Vita menghilang. Siang mereka berlalu dengan film, tawa kecil, dan ciuman-cintaan yang tidak pernah habis. Segalanya terasa ringan, nyaris mengalir seperti dulu atau seperti yang diceritakan Marcel. Pada akhirnya, ketika sore turu

