Kaluna mendengus kesal, mengingat bagaimana Dhika benar-benar menahannya seharian ini. Setelah sarapan tadi, bukannya membiarkannya beraktivitas, Dhika malah menariknya kembali ke ranjang dengan senyum yang sulit ditolak. Sisa-sisa keintiman mereka masih terasa di kulitnya, kehangatan yang perlahan berubah menjadi kantuk manis. Kini, matahari sudah tinggi ketika Kaluna terbangun. Ia melirik Dhika yang masih terlelap di sisi ranjang, napasnya teratur, wajahnya tenang tanpa beban. Dengan hati-hati, Kaluna bangun dan menapakkan kaki ke lantai dingin. Ia berjalan pelan ke kamar mandi, mandi cepat tanpa suara, lalu mengenakan gaun santai berwarna putih. Semua gerakannya hati-hati, seolah takut mengganggu mimpi indah sang suami. Saat hendak menuruni tangga, langkahnya terhenti. Dari ujung kori

