POV Aiman 4

1163 Words

Amanda menerima lamaran ku? Aku masih tidak percaya. Mengucek kedua mataku berulang kali untuk memastikan jika aku sedang tidak bermimpi. “Dek, kamu tidak sedang bercanda ‘kan?” tanyaku lagi. “Ya, Allah, aku harus apa?” Aku memeluk Zhafran yang ada di pangkuanku. Mencium puncak kepalanya berulang kali. Akhirnya, bayi gembul ini akan menjadi anakku. Dan, wanita cantik di depanku sebentar lagi menjadi istriku. Perjuanganku selama dua tahun tidak sia-sia. Aku berhasil meluluhkan hati Amanda. “Mas tidak mau mengatakan sesuatu?” tanya Amanda. Otak ku tidak bisa berpikir. Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Amanda mengambil gelas berisi teh hangat, lalu memberikannya padaku. “Minum dulu mumpung masih hangat.” Melihatku seperti orang linglung membuat Amanda tertawa geli. Pasti dia tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD